Search This Blog

Wednesday, May 30, 2018

Rumah Yatim Beri Tambahan Nutrisi Bagi 100 Anak Yatim Gerung Lombok Barat

Rumah Yatim Beri Tambahan Nutrisi Bagi 100 Anak Yatim Gerung Lombok Barat Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-05-30 19:49:23 Dibawa oleh seorang ibu bernama Salmah, bocah berusia 13 tahun itu tak terlihat seperti usia sebenarnya. Badannya kecil seperti usia enam tahunan. Awalnya pengurus Rumah Yatim, Salma Hasanah, mengira anak yang di gendong oleh Salmah itu adalah seorang bayi. Namun setelah diselidiki ternyata Muhammad Asrofi sudah berusia 13 tahun. Kondisi ini tidak lepas dari latar belakang Asrofi saat masih bayi. Menurut keterangan Salmah, saat bayi, anaknya mengalami kejang-kejang. Sudah diatasi oleh tim medis namun semuanya tidak membuahkan hasil. Asrofi tidak bertumbuh, baik badan maupun otaknya. Kondisi perekonomian Salmah cukup lemah. Ia membesarkan putranya seorang diri, dikarenakan suaminya sudah meninggal dunia. Jika ingin menyembuhkan anaknya, ia membutuhkan tindakan medis yang mahal. Oleh karena itu, ia pun hanya bisa berpasrah diri saja. Ini salah satu potret anak Indonesia yang kekurangan nutrisi. Rumah Yatim NTB coba memberikan perhatian kepada Asrofi dengan memberikan paket nutrisi. Tak hanya Asrofi, ada 99 anak lainnya yang mendapatkan santunan tersebut. Santunan ini diberikan bagi anak yatim dan dhuafa di Gerung Lombok Barat. “Ada 100 anak yang kami berikan santunan nutrisi gizi, Alhamdulillah semua anak yang hadir berhak atas santunan tersebut," papar Salma. Rumah Yatim NTB bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Yayasan Handayani dalam menyelenggarakan acara ini. Salma merasa bersyukur karena prioritas Rumah Yatim yang selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak yatim di Indonesia, khususnya di NTB dapat terwujud. “Tidak semua anak Indonesia mendapatkan nutrisi yang baik, dan acara ini semoga dapat memberikan nutrisi bagi anak-anak agar bisa menjadi generasi unggul," pungkasnya.

Thursday, February 23, 2017

Berita Ini Bedanya Perlakuan Warga Bukit Duri Terhadap Ahok, Anies dan Rizieq Berita Ini Bedanya Perlakuan Warga Bukit Duri Terhadap Ahok, Anies dan Rizieq By - Feb 23, 2017 Warga Bukit Duri jadi perhatian publik apalagi beberapa tokoh sambangi wilayah ini. Ini bedanya ketika dikunjungi Ahok, Anies dan Rizieq Shihab, Kamis (23/2/2017). Kemarin, Rabu (22/2/2017) Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab atau dikenal sebagai Habib Rizieq Shihab sambangi korban banjir Bukit Duri. Beberapa waktu lalu kawasan Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jaksel ini juga disambangi oleh beberapa tokoh. Antara lain Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ada perbedaan saat mereka sambangi kawasan Bukit Duri. Anies Baswedan dapat selendang Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan sambangi Bukit Duri. Dilansir dari Kompas.com mendapat sebuah selendang yang dipakai untuk menggendong anak. Selendang tersebut merupakan pemberian seorang warga saat dia berkampanye di lokasi bekas gusuran di Bukit Duri, Senin (9/1/2017). Calon gubernur DKI Anies Baswedan disela kampanyenya di kawasan bekas penertiban Bukit Duri, untuk normalisasi Sungai Ciliwung di RW 12 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). (KOMPAS.COM/ROBERTUS BELARMINUS) Selendang itu diberikan seorang ibu warga setempat bernama Sadiah (50). Wanita itu memberikan selendang itu agar jika Anies terpilih jadi gubernur, ia mau memperlakukan warga layaknya anak. Anies mengaku merasakan perasaan yang berbeda saat menerima pemberian selendang tersebut. “Hanya rasanya beda aja ketika diberi selendang yang biasa dipakai menggendong anak sekarang diberikan ke saya, diminta untuk saya menggendong mereka,” kata Anies. “Bila amanah, saya akan menggendong mereka sebagai mana mereka menggendong cucunya, digendong dengan kasih sayang dan rasa cinta,” tambah Anies. Dia mengatakan, selendang yang diberikan warga itu akan jadi kenangan dan ingatan baginya untuk memberi perhatian kepada warga dan memperlakukan mereka dengan baik. “Selendang ini akan saya simpan dan saya bawa. Bila saya jadi gubernur akan saya pakai. Bukti ke semuanya Insya Allah amanah untuk menggendong anak-anak di Jakarta,” kata Anies. Ahok janji lakukan penggusuran Ahok memang berbeda, saat ini ia membutuhkan dukungan untuk kembali bisa memimpin Jakarta, bukannya berikan janji yang menarik perhatian, Ahok justru lakukan hal sebaliknya. Beberapa hari lalu, Ahok menemui warga di Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan yakni pada Senin (20/2/2017) siang. Melansir Tribunnews.com, Ahok menjelaskan, program Pemprov DKI Jakarta soal normalisasi sungai. “Pasti dibongkar,” kata Ahok kepada Rantiyah (62) warga RT 001/RW012. Ahok saat mengunjungi Bukit Duri, ia janji akan gusur rumah warga terkait upaya normalisasi sungai. (TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI) Nenek lima cucu itu mengaku ikhlas rumahnya dibongkar. Asalkan mendapat ganti rugi yang sesuai. “Saya mah masih mikirin anak dan cucu saya saja pak. Ya saya mah bersedia (bila rumahnya dibongkar). Yang penting diganti rugi,” katanya. Kepada wartawan, Ahok pun mengatakan akan tetap melakukan penggusuran sebagai upaya penanganan banjir. Sebab, menurutnya, sungai tersebut perlu dinormalisasi. “Siapa pun jadi gubernur kalau gak melakukan normalisasi pasti dia gak kerja,” kata Ahok. Dari Bukit Duri, Ahok kemudian mengunjungi kawasan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Di wilayah ini dia menemui sejumlah warga korban banjir yang mengungsi di tenda pengungsian sekitar Masjid Raya Universitas Borobudur. Habib Rizieq didoakan jadi presiden Selain dua calon gubernur yang masuk putaran kedua di Pilgub DKI Jakarta, Pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab juga sempat sambangi Bukit Duri. Kedatangannya tentu bukan dalam rangka raih simpati karena ia tak ikut Pilkada DKI namun justru memberikan santunan. Ada yang unik dengan kedatangan Habib Rizieq, ia sempat didoakan warga terdampak banjir di Bukit Duri, Jakarta Selatan agar jadi Presiden Republik Indonesia. Habib Rizieq yang mengenakan pakaian serba putih sempat mendatangi Jalan Raya Bukit Duri, Jakarta Selatan. Dia menyambangi posko banjir milik FPI. Pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menyambangi korban banjir di Jalan Raya Bukit Duri, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2017). (TRIBUNNEWS.COM/DENNIS DESTRYAWAN) Habib Rizieq sempat memberikan santunan berbentuk amplop putih kepada warga terdampak banjir. Warga semringah dan sempat mendoakannya menjadi presiden. “Terima kasih Bib, saya doakan jadi presiden,” ucap seorang warga, Rabu (22/2/2017). Menanggapi itu, Habib Rizieq hanya melepaskan senyuman. Saat menyambangi Bukit Duri, Habib Rizieq didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Pusat Zaitun Rasmin, Ketua Majelis Az-Zikra Ustaz Abdul Syukur. Serta Ketua Umum DPD FPI Jakarta Habib Muhsin Ahmad Alatas, Dokter Sholeh Assegaf, dan istrinya, Syarifah Fadhlun Yahya. Rencananya, Habib Rizieq bakal melanjutkan blusukannya ke beberapa wilayah terdampak banjir. “Setelah ini ke Pejaten, dan Cipinang yang masih tenggelam,” ujar Habib Rizieq. (Kompas.com/Tribunnews.com/TribunWow.com/Rimawan Prasetiyo)

Wednesday, March 18, 2015

DUNIA PERGAULAN DAN ETIKA PERGAULAN REMAJA Pengertian:images (1) Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa kea rah yang lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri,keluarga,dan lingkungan sekitar. Maka dari itu remaja tersebut harus mendapatkan perhatian khusus,baik oleh dirinya sendiri,orang tua,dan masyarakat sekitar. Banyak kita basa di media massa maupun kita lihat di media elektronik adanya remaja yang berprestasi juga ada remaja yang melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan dirinya sendiri,keluarga dan masyarakat sekitar. Masa remaja merupakan masa yang sangat kritis, masa untuk melepaskan ketergantungan terhadap orang tua dan berusaha mencapai kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa. keberhasilan para remaja melalui masa transisi sangat dipengaruhi oleh faktor biologis, kognitif, psikologis, maupun faktor lingkungan. dalam kesehariannya,remaja tidak lepas dari pergaulan dengan remaja lain. remaja dituntut memiliki keterampilan sosial (social skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. keterampilan-keterampilan tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi, menalin hubunan dengan orang lain, mendengarkan pendapat/ keluhan dari orang lain, memberi / menerima umpan balik, memberi/ menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku, dan lain-lain.